Kasidan Jati

Kasidan Jati
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Yoh. 14:2-3

Selasa, 27 September 2011

Api Penyucian 15 - Purgatorium - Purgatory - Purgatorio - 炼狱 - 煉獄 - Liànyù

Api Penyucian 15 - Purgatorium - Purgatory - Purgatorio - 炼狱 - 煉獄 - Liànyù



Valladolid, Eglise du Mont-Carmel

Yesus yang turun ke tempat penantian

Pertanyaan:

Dear katolisitas…
pertanyaan saya… Ada suatu hal yg menggangu pikiran saya dalam beberapa minggu ini tentang kematian Yesus selama tiga hari dari jumat sore sampai minngu pagi..lalu apa saja yg dilakukan Tuhan Yesus selama 3 hari itu? Mohon penjelasan….
BerkahDalem
Cornelius Sigit Sukmono

Jawaban:

Shalom Cornelius,
Terima kasih atas pertanyaannya tentang apa yang dilakukan Yesus selama tiga hari dari Jumat sore sampai Minggu pagi. Di syahadat para rasul memang disebut “Aku percaya akan Allah…dan akan Yesus Kristus, ….. yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, wafat, dan dimakamkan, yang turun ke tempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati, yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Mahakuasa….
Di sini memang benar dikatakan tempat penantian, karena pada waktu itu orang-orang benar yang meninggal dari jaman Adam sampai ke jaman sebelum Kristus belum dapat masuk ke surga, karena Yesus belum “membuka” pintu surga dengan wafat dan kebangkitan-Nya. Maka sebelum korban Yesus di salib, memang jiwa-jiwa mereka masih menanti di pangkuan Abraham, seperti yang kita ketahui dari Luk 16:22. Maka tempat ini memang layak disebut tempat penantian walaupun bagi jiwa- jiwa orang benar mereka akan menanti di pangkuan Abraham/ the bosom of Abraham. Setelah kebangkitan-Nya, Yesus datang untuk menjemput jiwa-jiwa orang benar ini untuk membawa mereka ke surga, sebab Yesuslah yang disebut yang Sulung dan lebih utama dari segala yang diciptakan, yang Sulung yang bangkit dari antara orang mati, yang oleh korban salib-Nya mendamaikan umat manusia dengan Allah dan memimpin mereka untuk masuk ke surga (lih. Kol 1 :15-20). Berikut ini adalah yang diajarkan oleh Katekismus:
KGK 633 Kitab Suci menamakan tempat perhentian orang mati, yang dimasuki Kristus sesudah kematian-Nya “neraka”, “sheol” atau “hades” (Bdk. Flp 2:10; Kis 2:24; Why 1:18; Ef 4:9)., karena mereka yang tertahan di sana tidak memandang Allah (Bdk. Mzm 6:6; 88:11-13).. Itulah keadaan semua orang yang mati sebelum kedatangan Penebus, apakah mereka jahat atau jujur (Bdk. Mzm 89:49; I Sam 28:19; Yeh 32:17-32.). Tetapi itu tidak berarti bahwa mereka semua mempunyai nasib sama. Yesus menunjukkan hal itu kepada kita dalam perumpamaan tentang Lasarus yang miskin, yang diterima (Bdk. Luk 16:22-26.)”dalam pangkuan Abraham“. “Jiwa orang jujur, yang menantikan Penebus dalam pangkuan Abraham, dibebaskan Kristus Tuhan waktu Ia turun ke dunia orang mati” (Catech. R. 1,6,3). Yesus tidak datang ke dunia orang mati untuk membebaskan orang-orang terkutuk dari dalamnya (Bdk. Sin. Roma 745: DS 587)., juga tidak untuk menghapuskan neraka (Bdk. DS 1011; 1077.), tempat terkutuk, tetapi untuk membebaskan orang-orang benar, yang hidup sebelum Dia (Bdk. Sin. Toledo IV 625: DS 485; bdk juga Mat 27:52-53.).
Maka Jiwa-jiwa orang benar yang berada di tempat penantian hanya mempunyai satu tujuan setelah kedatangan Kristus, yaitu ke Surga. Yang masuk ke Api Penyucian pasti pada akhirnya akan masuk ke Surga. Namun, Setelah Kristus turun ke tempat penantian, maka pangkuan Abraham atau bossom of Abraham tidak ada lagi. Setelah kebangkitan Kristus hanya ada: 1) Sorga, 2) Api Penyucian, dan 3) Neraka.
Semoga keterangan ini dapat menjawab pertanyaan anda.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org


Mohon tanya :
Alkitab menulis : “Dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.” Pengkhotbah 12:7.
Apakah semua roh orang yang meninggal kembali kepada Allah ?
Jika benar, apakah itu artinya roh orang benar dan roh orang jahat semua kembali kepada Bapa di sorga ?
Lalu apa artinya sorga dan neraka jika semua roh kembali kepada Allah ?
Yesus berkata kepada penjahat yang disalibkan bersamaNya demikian :
Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya HARI INI juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” Lukas 23:43 (Firdaus sama dengan surga II Kor 12:4, Wahyu 2:7).
Namun pada ayat yang lain tertulis : Yohanes 20:17.
Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.”
Pertanyaannya :
Jika Yesus belum kembali kepada Bapa di Sorga, bukankah itu artinya penjahat tersebut juga belum sampai ke sorga pada hari itu.
Lalu apa artinya pada hari ini juga engkau akan ada bersama Aku di firdaus ?
Jika penjahat tersebut belum masuk sorga dia ada di mana ?
Terima kasih
Mac

Shalom Machmud,
Terima kasih atas pertanyaannya. Pengkotbah 12:7 menekankan bahwa pada saat manusia meninggal, maka tubuhnya tinggal di bumi dan jiwanya langsung menghadap Tuhan. Gereja Katolik menyebutnya sebagai pengadilan khusus. Katekismus Gereja Katolik menjelaskan demikian: “Di dalam jiwanya yang tidak dapat mati setiap manusia menerima ganjarannya yang abadi, dalam satu pengadilan khusus langsung sesudah kematian, dari Kristus, Hakim atas orang hidup dan mati.” (KGK, 1051) Ini berarti, kalau seseorang meninggal, maka dia akan menghadapi pengadilan khusus, dan kemudian diputuskan apakah jiwanya akan masuk ke Sorga atau neraka atau Api Penyucian.
Sedangkan dalam kasus penjahat yang yang bertobat, yang disalibkan bersama Yesus, maka dia masuk ke dalam pangkuan Abraham atau bossom of Abraham atau Limbo of the just. Saya berikan kutipan dari Katekismus Gereja Katolik (KGK), yang mungkin dapat memberikan kejelasan akan ayat-ayat dalam Alkitab yang terlihat bertentangan. Anda memang tidak mempercayai KGK ini. Namun, sama seperti anda bertanya kepada katolisitas dan kami berusaha menjawabnya, maka anggaplah bahwa KGK ini merupakan jawaban yang jauh lebih baik dan jauh lebih sempurna dari jawaban yang dapat diberikan oleh katolisitas.
631.    Yesus turun “ke bagian bumi yang paling bawah… Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik” (Ef 4:9-10). Syahadat apostolik mengakui dalam artikel yang satu dan sama bahwa Kristus turun ke alam kematian dan bangkit pada hari ketiga dari antara orang mati, karena di dalam Paskah-Nya Ia membuat kehidupan lahir dari jurang kematian:
… Putera-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus
yang bangkit dari antara orang mati,
yang bersinar bagi manusia dalam cahaya Paskah,
yang hidup dan memerintah bersama Dikau selama-lamanya. Amin
(MR, Malam Paskah 18: Exsultet)
632.    Penegasan Perjanjian Baru yang begitu sering tentang Yesus yang “bangkit dari antara orang mati” (Kis 3:15; Rm 8:11; 1 Kor 15:20) mengandaikan bahwa sebelum kebangkitan Ia tinggal di tempat penantian orang mati Bdk. Ibr 13:20.. Itulah arti pertama yang diberikan oleh pewartaan para Rasul mengenai turunnya Yesus ke dunia arwah: Yesus mengalami kematian seperti semua manusia dan masuk dengan jiwa-Nya ke tempat perhentian orang mati. Tetapi Ia turun ke tempat ini sebagai Penyelamat dan memaklumkan warta gembira kepada jiwa-jiwa yang tertahan di sana Bdk. 1 Ptr 3:18-19.
633.    Kitab Suci menamakan tempat perhentian orang mati, yang dimasuki Kristus sesudah kematian-Nya “neraka”, “sheol” atau “hades” Bdk. Flp 2:10; Kis 2:24; Why 1:18; Ef 4:9., karena mereka yang tertahan di sana tidak memandang Allah Bdk. Mzm 6:6; 88:11-13.. Itulah keadaan semua orang yang mati sebelum kedatangan Penebus, apakah mereka jahat atau jujur Bdk. Mzm 89:49; I Sam 28:19; Yeh 32:17-32.. Tetapi itu tidak berarti bahwa mereka semua mempunyai nasib sama. Yesus menunjukkan hal itu kepada kita dalam perumpamaan tentang Lasarus yang miskin, yang diterima Bdk. Luk 16:22-26.”dalam pangkuan Abraham”. “Jiwa orang jujur, yang menantikan Penebus dalam pangkuan Abraham, dibebaskan Kristus Tuhan waktu Ia turun ke dunia orang mati” (Catech. R. 1,6,3). Yesus tidak datang ke dunia orang mati untuk membebaskan orang-orang terkutuk dari dalamnya Bdk. Sin. Roma 745: DS 587., juga tidak untuk menghapuskan neraka Bdk. DS 1011; 1077., tempat terkutuk, tetapi untuk membebaskan orang-orang benar, yang hidup sebelum Dia Bdk. Sin Toledo IV 625: DS 485; bdk juga Mat 27:52-53.
634.    “Juga kepada orang-orang mati, Injil diwartakan”(1 Ptr 4:6). Dengan turunnya Yesus ke dunia orang mati, selesailah sudah penyampaian warta gembira mengenai keselamatan. Itulah tahap terakhir perutusan Yesus sebagai Mesias – tahap yang menurut rentang waktu sangat singkat, tetapi menurut nilainya tidak dapat diukur: penyebar-luasan karya penebusan kepada semua orang dari segala waktu dan tempat, karena penebusan diperuntukkan bagi semua orang benar.
635.    Dengan demikian Kristus turun ke dunia orang-orang mati Bdk. Mat 12:40; Rm 10:7; Ef 4:9., agar “orang-orang mati mendengar suara Anak Allah… dan mereka yang mendengar-Nya, akan hidup” (Yoh 5:25). Yesus, “Pemimpin kehidupan” (Kis 3:15), datang “supaya memusnahkan dia, yaitu iblis, yang berkuasa atas maut dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut” (Ibr 2:14-15). Kristus yang telah bangkit, sekarang memegang di tangan-Nya “segala kunci maut dan kerajaan maut” (Why 1:18), dan “dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi” (Flp 2:10).
“Hari ini suasana sunyi mendalam meliputi dunia, suasana sunyi mendalam dan lengang. Suasana sunyi mendalam, karena raja mengasoh. Rasa takut menguasai dunia dan ia menjadi bisu, karena Allah – dalam daging – tertidur dan membangunkan manusia yang tidur sejak zaman baheula…. Ia pergi mencari Adam, leluhur kita, mencari domba yang hilang. Ia hendak mengunjungi mereka yang hidup dalam kegelapan dan dalam bayangan maut. Ia datang supaya membebaskan Adam yang tertangkap dan Hawa yang turut tertangkap itu dari penderitaannya. Ia, yang sekaligus Allah dan anak mereka… demi engkau Aku menjadi anakmu, Aku, Allahmu… Bangunlah, hai orang yang sedang tidur… Aku tidak menciptakan kamu, supaya kamu ditahan dalam penjara dunia orang mati. Bangunlah dari orang-orang mati. Akulah kehidupan orang-orang mati” (Homili tua pada hari Sabtu Agung).
636.    Dengan “turun-Nya ke dalam kerajaan maut “pengakuan iman menandaskan bahwa Yesus benar-benar wafat dan bahwa dengan wafat-Nya Ia mengalahkan untuk kita kematian dan setan, “yang berkuasa atas maut” (Ibr 2:14).
637.    Kristus yang sudah wafat telah turun dengan jiwa-Nya, yang tinggal bersatu dengan Pribadi ilahi-Nya, ke tempat perhentian orang mati. Ia membuka pintu surga bagi orang-orang benar yang, hidup sebelum Dia.
638.    “Kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, telah digenapi Allah kepada kita. keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus” (Kis 13:32-33). Kebangkitan Kristus adalah kebenaran, di mana iman kita kepada Kristus mencapai puncaknya: umat Kristen perdana mempercayainya dan menghayatinya sebagai kebenaran sentral; tradisi meneruskannya sebagai sesuatu yang mendasar, dokumen-dokumen Perjanjian Baru membuktikannya; bersama dengan salib ia diwartakan sebagai bagian penting misteri Paska.
Kristus telah bangkit dari antara orang-orang mati.
Oleh kematian-Nya Ia telah mengalahkan kematian.
Ia telah memberi kehidupan kepada orang-orang mati.
(Liturgi Bisantin, Troparion pada hari Paska)
Mudah-mudahan, Katekismus Gereja Katolik (KGK) dapat membantu anda. Secara prinsip, penjahat yang bertobat tersebut tidak langsung pergi ke Sorga, namun pergi ke tempat penantian, di mana Abraham bersama-sama dengan orang benar juga berada di sana. Dan ke sanalah Kristus memberitakan rencana keselamatan Allah dan membangkitkan mereka serta membawa mereka ke dalam Kerajaan Sorga. Semoga dapat diterima.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org




Tidak ada komentar:

Posting Komentar